Jumat, 16 Oktober 2026

Breaking News

  • Polda Jambi Ungkap Dugaan PETI di Bungo, 2 Excavator Disita dan 4 Orang Jadi Tersangka   ●   
  • Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter   ●   
  • Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik   ●   
  • Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak   ●   
  • Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas   ●   
"Viral! Debt Collector ngaku  Media mau Tarik Paksa Kendaraan, Warga Desak Kapolda Sulsel Tangkap dan Proses Hukum!"
Minggu 22 Februari 2026, 18:38 WIB

Makassar,Suarahebat.com_-Sebuah video yang viral di media sosial baru-baru ini menghebohkan warga Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel),dalam video tersebut, seorang debt collector (penagih utang) dengan percaya diri mengaku berasal dari media, dan berusaha menarik paksa kendaraan milik warga di jalan. Tindakan ini memicu kekesalan dari masyarakat yang merasa nama baik media dan pers telah dicemarkan.

Warga Makassar Desak Kapolda Sulsel Tindak Tegas
Setelah video tersebut viral, warga Makassar langsung meminta agar Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., segera bertindak tegas dan memproses hukum oknum debt collector yang mengaku sebagai media ini.

 “Jangan jual nama lembaga media untuk kepentingan pribadi,tindakan ini sangat merusak citra pers dan meresahkan warga,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

Tindakan oknum debt collector ini dianggap telah melampaui batas, apalagi dengan mengaku berasal dari media untuk melakukan aksi penarikan kendaraan secara paksa. Aksi tersebut sangat bertentangan dengan fungsi media yang seharusnya bertugas sebagai kontrol sosial yang mengedukasi dan memberitakan fakta, bukan malah terlibat dalam tindakan yang bersifat premanisme.

Wartawan Senior A. Gani: "Tindakan Ini Sangat Memalukan"
Wartawan senior, A. Gani, yang juga turut memberikan tanggapan terkait video viral tersebut, mengecam keras perilaku debt collector yang mengaku media.

 Menurutnya, jika benar oknum tersebut dari media, maka tindakan seperti itu sangat tidak bisa diterima.
“Media bekerja untuk mengkonfirmasi kebenaran dan menjalankan fungsi kontrol sosial.

 Tidak ada yang namanya media yang menarik paksa kendaraan di jalan. Itu lebih mirip seperti perampokan daripada fungsi pers,” tegas A. Gani.

 Ia juga menambahkan bahwa tindakan tersebut bisa merusak kredibilitas lembaga media dan pers di Indonesia.

Tegas, A. Gani Meminta Kapolda Sulsel Tindak Tegas Debt Collector
Lebih lanjut, A. Gani menegaskan bahwa Kapolda Sulsel harus segera menangkap dan memeriksa oknum debt collector yang mengaku sebagai media. 

Menurutnya, jika dia benar-benar bekerja untuk sebuah lembaga media, seharusnya dia tahu bagaimana cara yang benar dalam mengonfirmasi dan mengedukasi masyarakat, bukan menarik kendaraan secara paksa.

“Ini sangat memalukan, dan tindakan ini harus segera ditindak lanjuti. Kapolda Sulsel harus segera bertindak untuk menjaga marwah lembaga media dan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar A. Gani.

Kapolda Sulsel Belum Memberikan Tanggapan
Hingga berita ini diterbitkan, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini.




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top